Persaudaraan Muslimah Indonesia, mempelajari Islam Secara Menyeluruh.

Minggu, 02 Februari 2020

CHATTING MESRA MEMBAWA LUKA 1 - 3 (tamat)

💜CHATTING MESRA MEMBAWA 💜
Part 1
Renny Widyastuti
#Bukan Cerita Nyata

"Pyarrrrr"....bunyi itu membuatku terbangun. Kutengok jam dinding kamar menunjukkan pukul 02.00 dini hari.Lalu aku bangun dan menuju ke sumber suara.
Kudapati suamiku disana, sedang memunguti pecahan kaca.Kutanya, "ada apa Mas Rendra?"
"Maaf membangunkanmu dek, aku gak sengaja menjatuhkan gelas saat minum"
Lalu aku hanya bilang "oh kirain apa tadi aku kaget soalnya" Aku membalikkan badanku menuju kamar lagi.

Sambil berlalu kulihat ada HPnya disamping galon air isi ulang.Kulanjutkan tidurku dan disusul dia masuk kamar.
Pagi hari seperti biasa, kami sama sama melakukan aktifitas masing2.Dia biasa berangkat lebih awal karena kantornya jaraknya lebih jauh dari rumah.Sedang aku berangkat 1 jam setelahnya.Pekerjaanku adalah customer service di salah satu bank pemerintah.Sedang suamiku adalah staff karyawan di sebuah perusahaan besar.
Seperti biasa setelah sarapan, suamiku pamit.Setelah mencium kening dan memelukku dia lalu masuk mobilnya dan berangkat.
Aku masih dikamar utk bermake up. Saat ku memakai foundation tiba2 ku dengar suara WA masuk.Kupikir dari HP ku.saat ku cek kosong. Lalu terdengar lagi beberapa kali suara WA masuk. Oh ternyata dari HP suamiku yang ketinggalan.

Sesaat kudiamkan saja.Aku berpikir nantilah kubawakan dan kuantar sekalian ke kantornya saat jam istirahatku.Tapi kemudian ada suara panggilan masuk...
Akhirnya aku sempatkan melihat.Tertulis nama Amor dengan pict profile perempuan cantik.
Karena kupikir penting, maka kuangkatlah.Maksudku, aku hanya ingin menyampaikan jika HP suamiku tertinggal.Tapi setelah aku mengucap salam, tiba2 telepon di putus.
Karena penarasan, kubuka bbrp WA masuk yg salah satunya dari Amor itu.
Mas Rendra makasih ya, semalam udah nemeni aku sholat tahajud
Mas sekarang lagi dijalan ya
Aku bawain makanan kesukaan Mas loh
Nanti kita makan siang bareng ya dikantor
Seketika badanku lemas.Mulutku terkunci dan airmataku berlinang.
Lalu sayup2 kudengar suara mobil suamiku.Dia pulang untuk ambil HP nya ternyata.Lalu suamiku dari depan memanggil
"Dek dek..tolong ambilkan HP ku"

#bersambung


💜CHATTING MESRA MEMBAWA LUKA 💜
Part 2

Renny Widyastuti
#bukan cerita nyata

Kuseka air mataku.Kutahan supaya tidak jatuh lagi.Lalu buru2 kuambilkan HPnya dan aku keluar.
"Ini Mas" dengan suara kubuat senetral mungkin
"Makasih sayang" Jawab Mas Rendra lembut.
Setelah Mas Rendra pergi, aku segera kembali ke kamar.Aku jd enggan melanjutkan kegiatan make up yg kugemari.Padahal ini rutinitas yg paling aku gemari sebelum keluar rumah. Ingatanku kembali pada sosok Amor.Perempuan cantik berjilbab, polos tanpa make up.Namun wajahnya cantik sekali.Ada rasa teduh ketika melihat wajah dalam pict profile td.Tapi ada luka menganga dihatiku membaca pesan WA nya.

Menemani tahajud?? Berarti semalam Mas rendra bangun untuk membangunkan dan menenamaninya sholat tahajud.Walau hanya lewat chattingan WA.
Lalu aku, aku tiap malam asyik tidur karena capek.Pekerjaanku banyak.Boro2 tahajud, sholat 5 waktu aja aku bolong2.Sholat hanya dikantor bareng teman2 krn gak enak aja kalau gak sholat.Bahkan kalau libur, aku gak pernah sholat.
Membawakan makanan kesukaan?Aku bahkan tidak pernah masak untuknya.Aku tau dia suka sayur sop dan tempe goreng.Tapi aku pilih gofood bergonta ganti makanan kl malam. Itupun kalau kami sempat makan malam bareng.Kalau pagi paling masing2 dari kami sarapan roti isi selai dan susu.
🎶apa aku pernah mengeluh , apa aku pernah berlari saat kau ada masalah..apa aku pernah mendua, apa aku tak mengimbangimu..sayang kau menilaiku salah🎶
 
Dering suara HP membuyarkan lamunanku.Sita sahabatku di kantor meneleponku, mengingatkan kl hari ini aku harus ke kantor agak pagian krn kerjaan.
Dengan buru2 aku kembali melanjutkan make up ku.Kali ini tak sesempurna biasanya.
Aku lewatkan memasang bulumata
Aku lewatkan memakai shading dan hilighter
Kupandang sebentar penampilanku dikaca.
Aku tetap cantik walau make up ku tidak sempurna hari ini.Rok ku yang pas lutut dan bajuku yang press body serta kakiku yang putih jenjang, rambutku yg pirang membuat penampilanku terlihat tetap sempurna.

Sejenak ingatanku kembali pada nama Amor di HP suamiku. Perempuan polos berjilbab yang cantik
Aaahh...aku harus ke kantor.Segera kutepis bayang2nya.
Buru2 kucari kunci mobil dan mengeluarkan dari garasi dan aku melaju menuju kantor..
Sampai kantor segera kucari Sita.Sahabatku satu ini sedang sibuk didepan layar komputer seperti biasa.
"Hai sita" sapaku
"Loh Em, tumben bulu matamu biasa aja?
Aku hanya nyengir saja mendengar tanyanya.Aku memang dekat dengannya.Tapi kalau urusan rumah tangga aku memang tidak pernah cerita dengan siapapun.Aku teringat kata2 ibuku.Bahwa aib keluarga tidak boleh dicerita2kan..
Jam pulang tiba.Entah kenapa ada rasa malas untuk pulang.Nama Amor itu pastinya sudah cerita ke Mas Rendra perihal td pagi aku angkat telp nya.Kemudian dia pasti juga cerita kalau WA nya telah checklist 2 biru.Berarti itu pertanda telah kubaca. Mas Rendra pasti juga tau, karena pesan2 itu tidak kuhapus dari ponselnya. Tapi seharian dia sama sekali tidak menelpon utk berusaha menjelaskan padaku.

Aku melaju sambil mendengar suara glenn Fredly dari audio mobilku
🎶 Kasihku, sampai disini kisah kita jangan tangisi keadaanya, bukan karena kita berbeda.Dengarlah ..dengarlah lagu lagu ini.Melodi rintihan hati ini..🎶
Karena tak sanggup melanjutkan laju mobil dengan pikiran segalau ini.Akhirnya kuputuskan berhenti di sebuah cafe yang tak jauh dari kantor.

Awalnya aku berniat menghubungi suamiku.Ingin memintanya datang dan minta penjelasan. Tapi aku enggan....
Pukul 22.00
Hah..ternyata sudah mulai larut.Aku hanya duduk gak jelas di cafe ini dari td sambil menikmati kopi yang bahkan endapannya aja sudah gak ada. Dan sampe selarut ini Mas Rendra tidak menghubungiku.
Aku memutuskan pulang..
Sampai rumah kulihat mobilnya sudah di garasi.Rasa gak karu2an menyelimutiku.Harusnya aku marah.Harusnya aku minta penjelasan.Tapi entah kenapa lidahku malah kelu.
Kubuka pintu kamar.Dia sudah tidur pulas.Entah memang pulas ato hanya pura2.Aku juga tak berniat untuk peduli.Rasa malas menghinggapiku.Inginku dia yang mulai percakapan namun ternyata tidak dia lakukan.
Setelah mandi dan ganti baju, aku kemudian tidur dikamar depan.Sambil memandang langit2 kamar, pikiranku kembali pada chatting si Amor.yang entah siapa sebenarnya namanya.
Kembali kuingat2 percakapanku dan mas Rendra bbrp tahun lalu.Dia ingin aku berhijab, dia ingin aku tidak bersolek, dia ingin aku sholat 5 waktu, dia ingin pergaulanku terbatas saja..
Lalu aku kembali berpikir.Apa sosok Amor itu yang suamiku inginkan? Ah tapi gak mungkin.Andai kami dijejerkan aku yakin 9 dari 10 laki2 memilihku.
Pukul 04.30

Mas Rendra sudah selesai sholat subuh ternyata.Dan dia masih saja diam.Aku pun diam..
Lalu beberapa saat kemudian sebelum dia berangkat kerja
"dek..dek Ema" begitu panggilnya
Aku hanya menoleh ke arahnya tanpa berkata suatu katapun.
"Aku ingin membahas soal kejadian saat HPku tertinggal. Sengaja seharian kemarin aku diam karena aku ingin memilih kata2 yang pas untuk kusampaikan padamu.Kini aku ingin mengatakan sebuah kejujuran yang pasti menyakitimu. Amor, dia adalah temanku dikantor.Nama aslinya Tiara. Kami sering chattingan.Saling mengingatkan sholat.Saling mengingatkan kebaikan2 lain.Dia gadis sederhana seperti yang aku inginkan untuk jadi istri.Tapi sumpah demi Allah kami tidak pernah melakukan hubungan suami istri.Kami hanya chattingan mesra.Salah satunya seperti yang kamu baca. Dari chattingan2 itu aku semakin suka sm dia.Caranya memandang hidup.Cara dia berpikir.Cara dia berbusana.Cara dia beribadah membuatku terpesona"

Air mataku terus menetes tanpa keluar sepatah katapun dari bibirku..sengaja kubiarkan.Dan semakin deras..semakin deras..
Bagaimana bisa, aku yang sesempurna ini ternyata tidak membuatnya bertahan utk terus mencintaiku
Bagaimana bisa, amor ato tiara tega melakukan semua itu jika dia perempuan berjilbab dan taat beribadah dll.
Tapi kata sita temanku, jika orang berjilbab melakukan sesuatu yg salah jangan salahkan jilbabnya.jangan salahkan ibadahnya. Itu adalah akhlaknya.Karena imannya belum kuat.
Bagaimana bisa Mas Rendra....ah entahlah aku bahkan tidak sanggup berpikir.Karena aku setia. Banyak laki2 menggodapun aku sekalipun belum pernah tergoda.Karena bagiku Mas Rendra paling sempurna.

Bersambung ke part 3 (bagian akhir)

-----

💜CHATTING MESRA MEMBAWA LUKA💜
Part 3 TAMAT

Hari hari selanjutnya aku dan Mas Rendra seperti orang asing.Aku kecewa berkepanjangan atas sikapnya yang sekarang mulai cuek padaku setelah dia mengakui kesalahannya. Justru waktu2nya dirumah dihabiskan hanya untuk menatap layar HP. Mungkin chatting mesra dengan Tiara, itu prasangka burukku.

Aku yang biasa ceria. Tiap libur pergi hang out bersama gank sosialitaku, sekarang mendadak enggan keluar rumah. Enggan menenteng tas2 koleksiku. Enggan memakai sepatu2 brandedku. Enggan bermake up ria dan berlama2 didepan cermin. Aku seperti manusia dengan nyawa tapi tak punya daya.

Minggu, 26 Januari 2020
Entah mas Rendra kemana?Sudah hampir 1 bulan ini kita tidak ada komunikasi yang baik.Aku sibuk dengan kekecewaanku. Mas Rendra sibuk entahlah...
Aku menonton TV. Tidak jelas apa yang kutonton. Aku hanya klak klik tombol remote.Gonta ganti channel.Lalu tiba2 tanganku terhenti ketika ada suara seorang ustadz di TV itu bilang :
Allah ta'ala telah berjanji dalam firmanNYA:
"Laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji dan wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji(pula) , laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik(pula)."


Rasulullah bersabda :
"Tidak ada yang dapat menolak takdir (ketentuan Allah) kecuali doa dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali berbuat kebaikkan."

Aku dengan seksama mendengarkan kata2 ustadz tersebut.Aku yang biasa sholat bolong2 dan tidak ikhlas ini entah kenapa mendadak seperti sangat paham apa maksud yang disampaikan ustadz tersebut.

Aku ini apa kategori wanita keji ya?Karena aku menjauhi segala perintahNya dan justru melakukan banyak laranganNya.
Lalu apa suamiku juga keji?bukankah wanita keji itu untuk laki2 keji?Tapi suamiku kan sholat 5 waktu.Dia selalu ngaji, selalu sholat tahajud. Masa iya dia keji?
Apa dia sekarang keji karena telah membagi perasaannya.Bahkan tidak membagi, karena dia terang2an bilang bahwa dia menyukai Tiara.Apa seperti itu termasuk keji?kalau iya berarti memang benar kata ustadz td.Wanita keji untuk laki2 yang keji pula.

Aku seperti mendapat hidayah atas apa yang disampaikan ustadz tadi.Lalu aku merenung.Aku sangat mencintai Mas Rendra walaupun aku telah dikecewakan.Tapi aku tidak ingin menjadi wanita yang keji.Aku ingin berubah.Aku akan sholat lima waktu.Itu yang akan aku lakukan mulai skr.
Segera kuambil air wudhu saat berkumandang adzan.Aku yang biasa sholat karena merasa gak enak sm temen kantor skr sholat sendiri dikamar dan hanya aku dan Allah yang tahu.Betapa beda sekali rasanya.Aku berdoa memohon ditunjukkan jalan apa yg harus kutempuh.

Seminggu berlalu, aku terus memperbaiki sholatku.Hingga aku bisa merasakan betapa tenangnya jiwaku.Mas Hendra beberapa kali melihat aku sholat.Mungkin dia heran.Tapi ah aku tak peduli apapun penilaiannya.

Hingga di suatu malam dia bilang
" Dek ema, Mas minta maaf ya? Mas semakin dekat dengan Tiara sekarang. Mas berencana menikah secara siri dengannya jika dek Ema menyetujuinya"
Oia dek, Mas juga mau bilang. Mas senang melihat perubahan dek Ema yg rajin sholat"
Hatiku bagai tersambar petir. Mas Rendra dengan mudahnya mengucapkan kalimat itu. Betapa teganya.
Aku berlari ke kamar tanpa berucap apa2. Kulihat Mas Rendra masuk ke ruang kerjanya yang ada dirumah. 

Lalu kuambil wudlu dan aku sholat. Entah itu sholat apa bahkan aku tidak tau. Yang kutahu aku hanya merasa tenang ketika aku wudlu dan sholat. Aku menangis sejadi2nya saat sujud. Kuadukan semua yang kurasakan sama Allah."Aku pasrah ya Allah.Aku pasrah"

Pernikahan kami yang baru berusia 5 tahun dan belum ada kehadiran anak, apa iya harus berakhir seperti ini.Tak pernah kubayangkan, seorang aku yang cantik sempurna dalam pandangan makhluk visual yang bernama laki2 ternyata mau dipoligami.
"Ya Allah apa memang harus begini?" 

Aku kemudian mengobrak abrik koleksi baju2 trendyku dilemari. Ku ingat Mas Rendra pernah membelikanku baju syar i hitam saat lebaran dan aku tidak mau memakainya kala itu, karena kupikur aku bakal seperti emak2 kampung jika memakainya. Namun malam ini juga aku ingin memakainya. Sungguh aku ingin memakainya.

Dengan air mata berlinang, akhirnya kutemukan baju itu. Aku memakainya perlahan. Lalu ketika hendak kukenakan jilbabnya..tanganku bergetar. Aku mencari kaca,perlahan lahan kukenakan jilbab itu dan aku heran. Betapa aku ternyata bisa mirip Tiara. Polos tanpa make up dan berjilbab.Kalau boleh sombong, malah jauh cantikan aku daripada Tiara.

Aku berjalan menuju ruang kerja mas Rendra.Tempat dia biasa menyelesaikan pekerjaan kantornya yang biasa dibawa pulang.
Kuketuk pintunya lalu aku masuk
"Mas Rendra, lihat aku Mas. Apa aku sudah secantik Tiara? Apa aku akan kamu beri kesempatan untuk menemanimu beribadah seperti Tiara? Bangunkan aku untuk sholat tahajud. Jadikan aku makmum dalam sholat subuhmu. Ajak aku mengaji setiap habis Magrib. Tolong bimbing aku Mas, jangan bagi cintamu dan ragamu.J angan jadikan kamu milikku dan milik Tiara. Sungguh aku tidak sanggup. Aku tidaaakkkk sang....."
Belum selesai ucapanku tiba2 dunia menjadi gelap. Sungguh gelap hingga aku tidak bisa melihat apa2..
.......... ....... ...... ...... ........

"Selamat pagi bu.."
Ku buka mata dan aku melihat perempuan cantik berjilbab putih berseragam perawat menyapaku
"Ini dimana mba?" Tanyaku
"Rumah Sakit Harapan Bunda Bu, Tengah malam tadi suami ibu membawa ibu kesini. Sekarang beliau lagi sholat subuh.Oia bu, selamat ya? Ibu hamil"
"Apa mba? Mba bicara apa?"

Belum sempat mba perawat menjawab, suamiku datang dan kemudian memelukku.
Nyessss....pelukan ini.serasa air es yang mengguyur tubuhku saat tubuhku di suhu 40 derajat celcius.
"Selamat ya dek..kita akan jadi orang tua. Sungguh Mas gak menyangka. Allah memberi rejeki pada kita disaat yang begitu tepat"

Hah?saat tepat? saat Mas Rendra mau menikah lagi maksudnya? Apa2 an ini? Aku gak terima (batin hatiku)
Kuberanikan tanya
"Saat yang tepat gimana maksudnya mas? Mas benar2 mau poligami?"
Mas Rendra tersenyum simpul.

"Dek, maafkan Mas ya. Mas sebenarnya mengarang cerita. Tiara ato Amor itu tidak ada. Nomor itu adalah nomor teman laki2 Mas dikantor. Namanya pak Wahyu.Foto itu beliau ambil di google.Silahkan video call sekarang kalau gak percaya. Memang Mas sengaja melakukan semua itu. Mas pengen kamu berubah. Tapi bukan karena paksaan Mas. Tapi tulus dari hati kamu sendiri. Maka Mas berpikir bagaimana caranya supaya mas bisa membuatmu sadar. Maaf jika harus menyakitimu sampe sebulan lebih.

Maafkan jika Mas keterlaluan.Itu karena Mas sangat menyayangimu. Mas cemburu jika keindahan tubuhmu, paras cantikmu dinikmati bebas oleh laki2 lain. Sering mas menasehatimu. Tapi sedikitpun tidak pernah kamu gubris.Mas hilang cara rasanya..
Jadi maafkan Mas ya..?
Sekarang ayo kamu sholat subuh. Bisa kok orang sakit sholat. Mas ajari..

Rasa hatiku sungguh lega. Terharu tiada tara..Suamiku... Mas Rendra..betapa aku semakin jatuh cinta padamu.

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar